Win7-ku gak bisa di Shutdown/Restart

APES. mungkin itu “award” yang akan saya berikan pada orang-orang yang pernah mengalami hal ini. Termasuk penulis yang notabene juga bukan merupakan makhluk dengan tingkat keberuntungan yang cukup baik. Karenanya bersyukurlah kalian yang masih memiliki keberuntungan lebih dibandingkan saya, juga karena masih bisa membaca entri kali ini tentang “keberuntungan versi saya”.

Cerita kali ini berawal ketika saya mulai memperhatikan perilaku aneh di notebook saya. Saat saya “membangunkannya” dari tidur, baik itu sleep atau hibernate, satu hal menarik yang saya dapati adalah tidak adanya login screen (atau apalah kamu menyebutnya) dan langsung masuk ke desktop. Hal yang tidak wajar mengingat saya termasuk orang yang menggunakan password untuk melakukan login ke user account. Kecurigaan pertama muncul pada tangan-tangan jahil yang dengan kecerdasannya (dan ke-apes-an saya karena menaruh hint untuk password sebagai tindak preventif jika saya juga lupa) berhasil menonaktifkan password lalu mengutak-atik konfigurasi atau lebih iseng lagi mereka ingin melihat-lihat koleksi pribadi saya.. *ups

Tapi kecurigaan itu tidak terbukti, setting user account saya masih sama seperti sebelumnya. Mulailah saya masuk ke fase desperate tingkat satu. Double antivirus saya kerahkan menuju TKP untuk melakukan full (deep) scan. Online antivirus scan pun saya datangkan dengan harapan adanya diagnosa lebih lanjut tentang gejala satu ini. Dan hasilnya ternyata cukup mengejutkan..  NIHIL, no viruses.

Hal ini menyebabkan saya kemudian sering mematikan komputer dengan cara kasar. Kasus ini mengingatkan saya pada kejadian yang juga pernah dialami oleh teman seperguruan (tinggi) saya. Notebooknya mengalami hal serupa. Solusi versi dia, adalah dengan menggunakan dual boot. Okay, saya coba install WinXP di laptop dan hasilnya adalah… BlueScreen.¬† *Ugh, sial..*

Sepertinya laptop saya memang sudah tidak kompatibel lagi dengan software-software 32bit, baik itu aplikasi lawas maupun operating system. Maka beralihlah saya ke solusi selanjutnya versi dia. Gunakan Linux. Inilah solusi yang sebenarnya dia terapkan selama beberapa waktu lalu (jadi cerita BlueScreen dimaksud yang sebelumnya lebih diakibatkan karena “keberuntungan” saya, akibat tidak bertanya lebih detail tentang solusi yang dimaksud). Setelah berhasil melakukan dual boot di laptop, dia harus selalu berpindah dari Windows ke Linux hanya untuk mematikan laptopnya. Sebuah solusi yang efektif, tapi tidak efisien. Benar-benar membuat saya tidak bersemangat. Karena melakukan dual boot Windows-Linux tidak akan saya sarankan jika anda masih awam mengenai hal ini. Salah sedikit saja dalam melakukan partisi harddisk dapat menyebabkan anda menangis selama proses instalasi, tidak peduli apakah anda laki-laki atau perempuan. *lebay dikit*

Masuk ke fase desperate tingkat dua. Online, search Go***e. Saya “beruntung”, karena solusi pun berdatangan, yang dimana masing-masing dari solusi itu ternyata juga datang bersamaan dengan masalah lain dan baru. Walaupun ujung-ujungnya berakhir dengan kondisi komputer yang tidak bisa di logoff, restart atau shutdown. Dikatakan disana, bahwa sebelum memulai penanganan ada beberapa gejala yang harus didiagnosa terlebih dahulu. Lebih beruntung lagi saya karena kebanyakan diagnosa yang diberikan ternyata meleset, atau memang saya belum menjumpai gejala seperti yang telah disebutkan. Maka saya ambil sebuah solusi yang menurut saya paling bagus. Instalasi ulang sistem operasi.. (-__-“)

Solusi terakhir yang paling banyak diapresiasi, baik oleh forum-forum di internet maupun oleh teman saya yang akhirnya menyerah dengan solusi dual-boot miliknya. Semoga saja itu juga berlaku untuk saya, karena sampai sekarang ini pun saya masih belum menerapkannya. Saya masih ingin mencoba sejauh mana “keberuntungan” ini bakal menemani. Ada satu solusi yang sedang saya terapkan saat ini. Bermain registry. Saat ini saya sedang mencoba sebuah tools bernama CCleaner. Mungkin anda sudah pernah dengar atau mencoba, dan bagi anda yang penasaran silahkan coba link yang saya berikan tadi. Tools ini saya gunakan untuk “membersihkan” semua registry yang ada. Dan tidak berhasil. hahaha.. aku tertawa dalam keputusasaan..

Memasuki fase desperate tingkat tiga, saya coba membuka aplikasi terminal, command prompt. Karena selain sudah tidak bisa melakukan shutdown, restart dan log-off ternyata task manager (Ctrl+Alt+Del) pun juga sudah tidak bisa dijalankan. Beraksi bak hacker patah hati, command-command extreme pun saya masukkan hingga akhirnya muncul sebuah keyword penyelamat. Shutdown. Ternyata kerusakan registry belum sampai kesini. Maka komputer pun akhirnya berhasil saya restart dan shutdown dengan bantuan command satu ini, Alhamdulillah.

Walaupun masih belum menunjukkan gejala benar-benar sembuh, paling tidak belum ada tanda-tanda kalau operasional saya akan terganggu karena masalah registry ini. Yah minimal saya tidak harus melakukan instalasi ulang dalam waktu dekat ini..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s