Ku Mu

Habis malamku hanya untuk  memandangimu.

Tak acuh mereka meninggalkanku dan membiarkan berlalu.

Awan kelabu membalut bulan yang belum satu.

Apa peduliku.. Kepala ini masih tertunduk menghadap nisanmu.


Memang belum datang waktuku, Tapi sungguh aku ingin bersamamu.

Agar kuceritakan kisah yang belum sempat kusampaikan kepadamu.

Agar kau bisa memaknai sendiri.. alasanku melakukan semuanya ini atas dirimu


Aku tidak sedang menangisimu, pun  aku tak mampu mengasihani diriku

karena sudah lama aku membuang hatiku, agar jauh dan matilah sendu


tidurlah dan jelanglah pagi dengan tenang di peristirahatan,  biarlah aku yang menggelandang dengan selembar sisa koran dalam genggaman

Advertisements

5 thoughts on “Ku Mu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s