Tong Kosong

Bagian Satu: aku saya, dua dialog

Terhitung mulai dari posting terakhir, sepertinya baru sekitar dua minggu saja aku berhenti membuat entri lagi. Padahal janjinya tidak akan ada entri untuk beberapa pekan kedepan. Tapi posting kali ini sepertinya membenarkan kalau semua yang saya sampaikan itu hanya omong kosong saja. Dan mungkin itu juga berlaku untuk banyak hal (termasuk postingan ini), mengingat dalam banyak hal juga aku sepertinya lebih sering memberikan “omong kosong” daripada “omong isi”.

Maka aku pun bertanya,

” Lalu untuk apa kamu masih meneruskan membaca entri kosong ini.. ? “

” Bukankah isinya nanti paling-paling juga kosongan.. ? “

Saya pun menjawab,

” Iya, kamu benar.. tapi.. “

” Kalau entri ini memang demikian, lantas kenapa kamu memberi judulnya seperti itu? “

” Apa itu juga bagian dari omong kosongmu.. ? “

” emm.. mungkin.. “, jawabku singkat.

Sudahlah, tidak ada artinya kamu membaca postinganku ini. Sebab kamu hanya akan mebuang-buang waktu. Aku pun tidak butuh perhatianmu. Kamu mau pergi atau mati juga bukan urusanku. Toh aku mau melakukan apapun juga kamu tidak punya urusan denganku.

Bagian Dua: pengumuman, satu monolog

Untuk semua followerku dan subscriberku atau apalah namanya.. kalau ada.. tapi sepertinya memang ada sih. Dashboardku sendiri yang mengatakan, hampir setiap hari pasti ada visitor yang tersesat dan melihat-lihat. Untungnya cuma dua sampai lima orang saja jumlah visitor yang datang kesini setiap hari. Entah apakah mereka itu visitor yang itu ituu aja, ataukah visitor iseng atau yang lain. Yang pasti aku tidak peduli dengan kalian semua, termasuk kamu. Untuk apa juga repot-repot mengurusi aku, mengawasi update terbaru dariku dan melakukan hal-hal lain semacamnya. seperti kamu tidak ada pekerjaan lain saja.. ah, sudahlah.. ngomongin kamu hanya bikin aku tambah males nulis, semakin malas blogging saja. Bukan malas karena tidak ada niat, toh buktinya kalau soal menulis omong kosong aku sangat bersemangat. Tapi memang malas karena sedang dalam kondisi malas, atau katakan saja aku sedang ingin istirahat.

Bicara soal istirahat ini benar-benar membuatku ingin beristirahat, baik dalam makna konotasinya maupun secara denotasi. Baik itu istirahat sementara saja atau untuk selamanya. Terbunuh atau dibunuh.. dengan cara yang menyenangkan.. atau yang mengenaskan.. silahkan mendoakan agar cepat mati.. daripada sembuh sekarang tapi nanti sakit lagi..

:: Awal Juni 2011, Sebuah entri “sakit” akibat infeksi “penyakit” ::

Advertisements

2 thoughts on “Tong Kosong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s