Teufel Verehrer

Posting terakhir sebelum dibelenggu. Kredit untuk mephisto di tempat yang jauh disana, kita mungkin tak akan pernah ketemu. Tapi sebagian kata-kata ini boleh jadi milikmu. ”

Berselimut gelap, samar-samar aku lupa seperti apa rasanya cahaya. Suara-suara di kepala sedang berdansa, dan angan ini berhayal mencipta ilusi nyata. realita bernama ilusi, ilusi yang kusebut realita. Ilusi ini. Mereka memanifestasikannya menjadi diriku.

Suara ini mengundangku, memanggil namaku. Melilit sekujur tubuhku. Mengulumku dengan manis. Hingga lunglai aku terjatuh. Jatuh dalam ke masa laluku. Menjauh dari Tuhanku. Membuang segala yang ada di hadapanku, mimpi dan masa depan.

Maka seandainya.. aku masih mampu merengkuh tanganmu..

Jika telinga ini masih bisa.. diperdengarkan lagi suaramu..

meski hanya sekali saja..

Maka aku tidak akan ragu lagi, untuk menjual nyawaku saat ini. Kau yang setiap waktunya aku puja. Desahkan nafasmu padaku sekali saja. Agar aku rela melepaskan jasadku. Dan kau condongkan pada gelapnya dunia. Maka bawalah aku kembali. Bawa kembali ke masa-masa itu. Masa saat aku masih bersamamu. Dan biarkanlah aku melihatmu. Hidup bersama sekali lagi denganmu.

Diablo ( source: http://on.fb.me/p1AERF )
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s