[Lecture] Aktifitas SQA dan Tantangan Kualitas

Ini adalah entri pertama untuk halaman baru di blog ini yang akan dikhususkan sebagai “repository” dari semua catatan perkuliahan saya (sebenernya cuma sebagian aja sih..). Dan untuk setiap postingan yang akan masuk ke halaman tersebut atau halaman lain dari blog ini nantinya akan disertakan “bracket-tag” pada bagian judul.

Kali ini saya akan coba merangkum bahasan tentang konteks dari SQA (Software Quality Assurance, kalau di jurusan panggilannya Manajemen Kualitas) yang terdiri dari beberapa hal, diantaranya:

  • Tantangan Kualitas, meliputi perbedaan dari perangkat lunak (software) sebagai sebuah produk dan perangkat lunak sebagai sebuah proses dalam kegiatan produksi.
  • Aktifitas-aktifitas dari SQA

“Okay, here we go.. bismillah..”

Dalam sebuah proses pengembangan perangkat lunak, terdapat keunikan yang membedakannya dari produk-produk industri lainnya. Perbedaan mendasar ini dapat kita lihat dari tiga hal, diantaranya

  1. Kompleksitas, pada pengembangan perangkat lunak kompleksitas (tingkat kerumitan) dapat dilihat dari banyaknya fungsi dan operasi penyusun sebuah perangkat lunak dibandingkan dengan kompleksitas ketika kita memproduksi sebuah barang.
  2. Visibilitas, satu hal lain yang membedakan perangkat lunak dengan produk industri lainnya adalah sifatnya yang invisible (tidak terlihat), sehingga kemungkinan akan adanya cacat (defect) pada saat proses produksi akan lebih sulit terlihat.
  3. Proses Produksi, pada saat proses pembuatan perangkat lunak, kesempatan untuk mendeteksi adanya kesalahan (bug) atau cacat lebih sedikit daripada produk industri lainnya.

Sedangkan kemungkinan untuk mendeteksi cacat atau kerusakan pada perangkat lunak juga memiliki tantangan tersendiri dibandingkan dengan produk-produk industri.

Karenanya,

“Tingkat kompleksitas yang tinggi dan juga visibilitas dari sebuah perangkat lunak, dibandingkan dengan produk industri lainnya, membuat pengembangan dari metodologi SQA dan implementasinya menjadi sebuah tantangan profesional yang bernilai tinggi”.

Untuk lingkungan tempat dimana metode SQA berkembang diantaranya,

  • Pelajar dan mahasiswa, biasanya merupakan sebuah bagian dari pendidikan itu sendiri
  • Para Penghobi
  • Teknisi, ekonom, manajemen dan bidang lainnya
  • Para pengembang perangkat lunak profesional

Dalam perjalanannya nanti, mereka semua akan berhadapan dengan masalah kualitas perangkat lunak, atau yang lebih dikenal dengan istilah bug.

Dan untuk lingkungan dari SQA sendiri memiliki beberapa karakteristik yang dapat menentukan baik tidaknya kualitas sebuah perangkat lunak seperti yang bisa kita lihat dibawah ini,

  1. Contractual conditions (kontrak antara pengembang perangkat lunak dengan klien)
  2. Subjection to customer-supplier relationship (kerjasama antara pengembang dengan klien)
  3. Required teamwork (kerja sama dalam tim proyek)
  4. Cooperation and coordination with other SW teams (koordinasi antar tim pengembang, ketika sebuah proyek memiliki skala yang besar dan melibatkan banyak tim)
  5. Interfaces with other SW systems (kesesuaian tampilan perangkat lunak dengan sistem)
  6. The need to continue carrying out a project despite team member changes (kemampuan untuk melanjutkan proyek ketika terjadi pergantian anggota tim)
  7. The need to continue out SW maintenance for extended period (kemampuan untuk melanjutkan perawatan terhadap perangkat lunak selama beberapa waktu tertentu)

Terakhir, aktifitas-aktifitas SQA akan dijelaskan singkat dalam gambar diagram berikut

Urutan aktifitas dari SQA

Sekian.

Referensi:

Daniel Galin, Software Quality Assurance, Addison-Wesley, 2004

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s