Dua Nusa Kita

Bukalah hatimu sedikit lagi,

lalu biarkanlah aku pergi..

dan jika ternyata aku tidak pernah kembali,

jangan pernah kau khawatir lagi..

jangan biarkan berakhir seperti ini,

karena aku pun tak ingin meninggalkanmu disini..

tak sanggup aku menanyakan alasan ini kepadamu, meskipun aku tahu dari “jejak kering” yang membekas di rona pipimu. namun aku ingin engkau merasakan apa yang ada pada diriku, pada sepinya hatiku, pada dinginnya kesendirianku di malam saat tidak suatu apapun terjangkau oleh kedua tanganku.

selamat tinggal, penyesalanku. betapapun aku menyimpan rasa ini hanya untukmu, yang ada hanyalah rasa ini tidak akan pernah cukup bagimu. dan jika yang tersisa bagiku hanyalah jalan untuk menyakitimu, maka kepergianku kurasa adalah yang terbaik bagiku. meskipun ini akan menyakitiku, meskipun ini akan terasa sakit bagimu.

selamat tinggal, nestapaku. semakin aku berada penghujung jalanku, semakin aku tahu betapa berartinya dirimu bagiku. entah bagaimana namun sepertinya ini akan bekerja, jika saja waktuku ini masih ada..

saling memberi, dan saling berbagi. selamanya mencurahkan rasa ini. jika kita saling mengingini, jika memang kita sama-sama menginginkan ini terjadi. maka dengan inilah kita akan abadi, meski hanya dalam hati..

========================================

“Dua nusa jauh memisahkan kita, membentangkan cerita disepanjang khatulistiwa. Biru samudra dan kuning merah langit senja, terima kasih untuk semua warna yang kau berikan untukku sepenuhnya..”

[Kooku Karanoo]

Advertisements

5 thoughts on “Dua Nusa Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s