Meratus Lamentasi

“Eksistensi..”

Tulisan ini menandai postingan ke seratus dari blog ini, dua tahun lebih dari dehiatusnya yang ternyata masih belum bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalam blog ini sendiri. Yang ada tulisan-tulisan disini hanya semakin menampakkan hal-hal yang tidak layak untuk menjadi sebuah dokumentasi maupun publikasi.

“Aglomerasi..”

Umbra Secta, adalah mungkin sedikit gambaran mengenai seperti apa kegelapan yang ada pada tulisan-tulisan di blog ini dan juga pada setiap yang menyertai. Aku sendiri bahkan tidak mengerti sejak kapan mulanya terjadi atau bagaimana harus menyikapi. Yang aku tahu hanya, saat aku mewakili apa-apa yang umumnya dianggap tidak lazim dan biasa terjadi, saat itu aku tahu, bahwa aku sedang berada disana. di Umbra Secta.

“Konstelasi..”

Seiring dengan kemunculan Umbra Secta, perlahan muncul juga beberapa secta inferna yang kemudian juga silih berganti mengisi tulisan-tulisan di blog ini. Tapi tak satu pun yang bisa mengeluarkan aku dari sana, bahkan hanya sekedar untuk menjawab pertanyaan-pertanyaanku tentang kenapa. Semuanya hanya mengalir dan kemudian berlalu, atau bersemayam kembali di dalam secta inferna-ku.

“Imajinasi..”

Bait-bait tuntunlah aku, bawa pergi semuanya ke tempatmu, dan kita akan bermain di Xanadu. Dan kita akan bermain di Xanadu. Mungkinkah tempat ini hanya ada dalam khayalanku? Atau memang disinilah tempat yang hendak aku tuju? Ah, aku sudah lupa.

Mungkin sekalipun aku berada di Xanadu, aku tetap tak akan bisa merubah Dixantro Dixetude-ku. Tapi paling tidak, dengan perginya Aphantros ini, kamu tidak akan perlu lagi mengingat havoc, atau mavericknya aku..

“Lamentasi..”

Meratus aku pada lamentasi, memupuk segala yang tak mampu aku eliminasi. Dan biarkanlah saja selamanya sendiri dan seperti ini. Terkubur dalam lamentasinya diri, tenggelam pada apa yang ada dalam diri. Tak ada yang perlu kau kasihani atau sesali dari semua ini. Sebab hanya disini dia tidak akan mati.

Meratus aku pada lamentasi, ingin ku masih menulis di seribu halaman lagi..

Advertisements

2 thoughts on “Meratus Lamentasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s