[Labs] Setting Modem CDMA Prolink PCM100 di Linux

Penampakan modem butut ane..
Penampakan modem butut ane..

Sedikit kabar gembira ditengah-tengah momen terakhir kebersamaan menggunakan modem dan operator CDMA satu ini setelah munculnya kabar likuidasi. Yah, paling tidak sekarang sudah tidak pusing lagi mencari-cari tutorial dan kebingungan ketika sedang jauh dari jaringan WiFi.

Catatan,

– Distro yang dipakai: Manjaro

– Operator CDMA: Telkom Flexi

  1. Secara umum, sebenarnya modem ini bisa langsung terdeteksi di beberapa distro (misal, Ubuntu dan Linux Mint). Jadi setelah ditancapkan di PC/Notebook biasanya akan muncul notifikasi jaringan baru “Mobile Broadband” dan tinggal dipilih saja.
  2. Install wvdial jika cara pertama belum berhasil. Di Manjaro, package ini bisa dicari lewat Pamac atau Octopi. Jika anda menggunakan distro lain silahkan install sesuai caranya masing-masing.
  3. Pasang modem dan ketik “lsusb” di terminal, untuk kasus saya hasilnya seperti ini
    • Bus 002 Device 006: ID 19d2:fff1 ZTE WCDMA Technologies MSM
      Bus 002 Device 003: ID 2635:0601
      Bus 002 Device 002: ID 8087:0020 Intel Corp. Integrated Rate Matching Hub
      Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
      Bus 001 Device 004: ID 0c45:6480 Microdia Sonix 1.3 MP Laptop Integrated Webcam
      Bus 001 Device 006: ID 413c:8162 Dell Computer Corp. Integrated Touchpad [Synaptics]
    • *INFO: Pastikan modem terdeteksi dengan baik sebagai modem, bukan sebagai storage device atau yang lain. Misal, pada kasus saya jika muncul 19d2:fff1 berarti modem terdeteksi dengan baik. Bila muncul 19d2:fff5 atau yang lain, bisa jadi modem dideteksi sebagai storage device atau CD-ROM. Hal ini dapat menyebabkan modem tidak bisa di setting pada tahap berikutnya. Untuk itu, eject drive tersebut  dengan perintah “sudo eject /dev/sr1″ dan masukkan lagi. Selanjutnya ketik “lsusb” lagi untuk memastikan modem terdeteksi dengan baik.
  4. Ketik “sudo modprobe usbserial vendor=0x19d2 product=0xfff1” dan masukkan password kemudian tunggu sesaat. Nilai “19d2” dan “fff1” ini diperoleh dari hasil “lsusb” di poin ketiga.
  5. Ketik “sudo wvdialconf“, dan tunggu hingga selesai. Pada kasus saya hasil yang keluar seperti ini.
    • Editing `/etc/wvdial.conf’.Scanning your serial ports for a modem.Modem Port Scan<*1>: S0   S1   S2   S3
      ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 — OK
      ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 Z — OK
      ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 — OK
      ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 — OK
      ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 — OK
      ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 — OK
      ttyUSB0<*1>: Modem Identifier: ATI — Manufacturer: ZTEMT INCORPORATED
      ttyUSB0<*1>: Speed 9600: AT — OK
      ttyUSB0<*1>: Max speed is 9600; that should be safe.
      ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 — OK
      ttyUSB1<*1>: ATQ0 V1 E1 — OK
      ttyUSB1<*1>: ATQ0 V1 E1 Z — OK
      ttyUSB1<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 — OK
      ttyUSB1<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 — OK
      ttyUSB1<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 — OK
      ttyUSB1<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 — OK
      ttyUSB1<*1>: Modem Identifier: ATI — Manufacturer: ZTEMT INCORPORATED
      ttyUSB1<*1>: Speed 9600: AT — OK
      ttyUSB1<*1>: Max speed is 9600; that should be safe.
      ttyUSB1<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 — OK
      ttyUSB2<*1>: ATQ0 V1 E1 — failed with 2400 baud, next try: 9600 baud
      ttyUSB2<*1>: ATQ0 V1 E1 — failed with 9600 baud, next try: 9600 baud
      ttyUSB2<*1>: ATQ0 V1 E1 — and failed too at 115200, giving up.
      ttyUSB3<*1>: ATQ0 V1 E1 — failed with 2400 baud, next try: 9600 baud
      ttyUSB3<*1>: ATQ0 V1 E1 — failed with 9600 baud, next try: 9600 baud
      ttyUSB3<*1>: ATQ0 V1 E1 — and failed too at 115200, giving up.
      ttyUSB4<*1>: ATQ0 V1 E1 — failed with 2400 baud, next try: 9600 baud
      ttyUSB4<*1>: ATQ0 V1 E1 — failed with 9600 baud, next try: 9600 baud
      ttyUSB4<*1>: ATQ0 V1 E1 — and failed too at 115200, giving up. Found a modem on /dev/ttyUSB0.  <– ini notifikasi yang penting
      Modem configuration written to /etc/wvdial.conf.
      ttyUSB0<Info>: Speed 9600; init “ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0”
      ttyUSB1<Info>: Speed 9600; init “ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0”
  6. Jika keluar notifikasi bahwa modem tidak ditemukan berarti modem masih belum dikenali. Kembali ke poin ketiga. Jika sudah berhasil, silahkan lanjut ke poin berikutnya.
  7. Edit file wvdial.conf dengan cara ketik “sudo gedit /etc/wvdial.conf
  8. Di jendela gedit yang muncul kurang lebih akan seperti ini,
    • [Dialer Defaults]
      Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
      Modem Type = Analog Modem
      ; Phone = <Target Phone Number>
      ISDN = 0
      ; Username = <Your Login Name>
      Init1 = ATZ
      ; Password = <Your Password>
      Modem = /dev/ttyUSB0
      Baud = 9600
  9. Ganti text yang berwarna merah sesuai dengan setting modem CDMA anda dan hilangkan tanda titik koma (;) pada text diatas. Untuk kasus saya hasilnya jadi seperti ini,
    • [Dialer modemflexi]
      Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
      Modem Type = Analog Modem
      Phone = #777
      ISDN = 0
      Username = 5100***********@telkomflexi.com <— masukkan username modem anda
      Init1 = ATZ
      Password = 9******a <— masukkan password modem anda
      Modem = /dev/ttyUSB0
      Baud = 9600
  10. Save dan exit gedit, kemudian kembali ke terminal. Jalankan wvdial dengan mengetik “sudo wvdial modemflexi“. Lihat hasilnya,
    • –> WvDial: Internet dialer version 1.61
      –> Initializing modem.
      –> Sending: ATZ
      ATZ
      OK
      –> Sending: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
      ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
      OK
      –> Modem initialized.
      –> Sending: ATDT#777
      –> Waiting for carrier.
      ATDT#777
      CONNECT 3100000
      –> Carrier detected.  Waiting for prompt.
      –> Don’t know what to do!  Starting pppd and hoping for the best.
      –> Starting pppd at Fri Jan 24 09:40:40 2014
      –> Pid of pppd: 2036
      –> Using interface ppp0
      –> local  IP address 10.190.164.40
      –> remote IP address 172.17.164.130
      –> primary   DNS address 180.131.144.144
      –> secondary DNS address 10.177.2.123
  11. Hal yang perlu diperhatikan disini adalah bila sudah keluar IP address dan DNS address seperti pada hasil diatas atau dalam notifikasi yang lain di terminal, maka modem telah berhasil terhubung ke internet, dan jika belum berhasil maka tekan Ctrl+C untuk keluar dan mencoba lagi.
  12. Jika sudah berhasil, terminal ini jangan ditutup. Silahkan langsung browsing atau menggunakan internet dengan keadaan terminal ini tetap aktif. Dan jika sudah selesai menggunakan internet, tekan Ctrl+C di terminal untuk mengakhiri koneksi internet.
  13. Settingan ini bersifat temporer alias sementara. Kedepan, jika ingin kembali menggunakan modem, maka harus di setting lagi mulai dari langkah nomor tiga dengan memperhatikan beberapa keluaran (output) dari setiap perintah yang dimasukkan di terminal.

Tulisan ini terinspirasi dari tutorial bro agan Ifannuddin yang pakai modem Smartfren yang kemudian di oprek lagi untuk disesuaikan dengan kebutuhan penulis. Sekian dulu catatan kali ini, untuk pertanyaan dan diskusi silahkan disampaikan lewat kolom komentar. Salam.

Advertisements

One thought on “[Labs] Setting Modem CDMA Prolink PCM100 di Linux

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s