Beberapa Hal Yang Saya Pelajari Dari Zuckerberg Muda..

Sebenarnya ini hanya pengamatan sekilas saja setelah melihat-lihat biografinya, bagaimana perjalanan dia sebelum menjadi orang yang terkenal dan kaya karena mendirikan situs jejaring sosial yang sekarang anda kenal dengan nama Facebook. Hal ini juga diperparah ketika kemudian saya melihat “versi lebay” dari biografi tersebut yang diangkat dalam sebuah film layar lebar berjudul “The Social Network”

Berikut ini beberapa hal yang menurut saya menarik untuk disimak..

1. Dia seorang pengguna GNU/Linux,

ilustrasi tampilan desktop Zuckerberg muda
ilustrasi tampilan desktop Zuckerberg muda, powered by Linux

Jika saya berkata KDE Desktop, emacs, konqueror, wget, dll. maka apa yang ada dalam benak pikiran anda? Mustahil untuk kemudian tidak berkata itu adalah linux. Ya, Zuckerberg mengusung linux sebagai isi dari notebook dan PCnya semasa berkuliah di harvard, sebelum kemudian memutuskan untuk berhenti. Yang juga menarik lagi adalah bahwa itu terjadi pada tahun 2003, masih pada masa sebelum Facebook berdiri, dimana pada saat itu belum ada banyak distribusi (distro) linux besar yang relatif mudah untuk digunakan. Bahkan jika anda mengenal distro seperti Fedora atau Ubuntu, mereka semua itu masih belum ada. Pada saat itu distro besar yang ada hanya hanyalah distro-distro sekelas Red Hat, SuSE, Debian atau Slackware.

2. Juga sekaligus seorang blogger..

Saat meretas situs-situs di asrama kampusnya pada suatu malam, dia melakukan itu semua sambil menuliskan update aktifitas lewat blog pribadinya. Platform yang digunakan pada saat itu adalah Livejournal, sayang sekarang dia sudah tidak update menulis lagi dan semua catatan-catatan di blognya itu sepertinya sudah dihapus, meski mungkin masih bisa digali lagi dengan cara-cara tertentu..

3. Linux masih identik dengan istilah “geek” dan “hacking”

what is this ?
what is this ?

Bagi saya ini rasanya seperti sebuah stigma, karena hingga saat ini image dari orang yang menggunakan linux seakan tidak bisa lepas dari penyebutan istilah tersebut. Bahkan dari yang saya lihat sendiri di negeri ini, ketika seorang anak sekolah memutuskan untuk belajar linux, kebanyakan dari mereka mengindikasikan minat untuk belajar hacking. Sayangnya kebanyakan mereka ingin jadi hacker dengan cara-cara instant dan untuk tujuan-tujuan yang tidak jelas. Belum lagi kalau sudah main “topeng-topengan” ala onanymous, beuh, mau jadi apa bangsa ini..

Tambahan, beberapa skill yang sempat ditunjukkan Zuckerberg (di film) saat meretas situs asrama diantaranya seperti memanfaatkan celah dari setiap situs, seperti index apache yang dibiarkan terbuka, tidak adanya pengamanan pada situs selain halaman login, modifikasi script halaman web dan yang semisal. Bagi saya ini merupakan teknik sederhana dan tradisional karena kebanyakan dilakukan secara manual. Dibandingkan dengan sekarang yang sudah menggunakan berbagai macam tools, seperti tools untuk network monitoring, digital forensic, information gathering, security audit dan lain-lain. Bahkan sekarang sudah ada distro khusus untuk penetration testing.

4. Bedanya kampus diluar negeri dengan di negeri sendiri

harvard-flag
Harvard.University., describe it yourself..

Zuckerberg sempat merasakan bagaimana kehidupan kampus selama kuliah di Harvard, termasuk ketika bertemu dengan rekan-rekan pendiri Facebook di awal masanya. Sebagai informasi juga, Harvard adalah salah satu kampus terbaik di dunia. Hampir semua orang yang terlibat di masa awal berdirinya Facebook sekarang merupakan orang-orang sukses meski tidak lagi bergabung dengan Facebook. Bahkan hampir tidak ada dari mereka yang ketika lulus kemudian menjadi pegawai/karyawan, ini wow banget menurut gue.

Sebenarnya ini tidak mengherankan karena tanda-tanda kesuksesan mereka sepertinya sudah dapat dilihat dari kehidupan mereka ketika menjadi mahasiswa, yang tidak hanya memiliki idealisme tinggi, tapi juga penuh dengan determinasi untuk mewujudkan apa yang mereka inginkan. Kehidupan di mahasiswa di luar sana penuh dengan prestasi, usaha dan kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Walaupun bukan berarti kemudian kehidupan mahasiswa disana tidak ada sisi buruknya, karena di negeri bebas seperti Amerika, arti “kebebasan” itu sendiri dapat diartikan mulai dari pengertian yang baik hingga pada artian yang tidak seharusnya.

Bagaimana dengan mahasiswa di negeri sendiri? hm, sepertinya anda lebih paham dari saya mengenai bagaimana kondisi  mahasiswa kebanyakan di negeri ini, karena saya sendiri pun tidak lebih dari seorang mahasiswa gembels yang hidupnya tidak jelas. Tidak pernah terlibat dalam kegiatan dan kepanitian himpunan, tidak pernah ikut turun ke jalan, anti dengan yang namanya ospek serta masih banyak lagi fase kehidupan mahasiswa yang saya malas menjalaninya. Jadi kalau anda punya gambaran tentang bagaimana keadaan mahasiswa di negeri ini, silahkan ceritakan kepada saya..

5. Dunia startup itu indah, tapi juga bisa kejam

Saya mengenal istilah startup (perusahaan yang masih dalam tahap rintisan) setelah memutuskan tidak ikut kegiatan ospek dan keluar dari aktifitas himpunan. Hanya saja ternyata membuat startup itu tidak pernah semudah membuat mie instant, apalagi masak aer. Pada kasus Zuckerberg, saya katakan bahwa Facebook ini kebetulan (atau mungkin sudah takdirnya) sukses karena pada awalnya Facebook ini dibuat secara iseng oleh Zuckerberg yang saat itu dalam kondisi “labil jiwa” akibat diputus pacar. Padahal, statistik di Amerika menunjukkan bahwa rata-rata 9 dari 10 startup yang didirikan disana berakhir dengan kegagalan. Beberapa poin tentang dunia startup yang menurut saya indah sekaligus kejam diantaranya,

  • Startup yang berhasil umumnya dibentuk oleh tim. Mendirikan startup akan sangat susah jika dirintis sendirian. Sebutlah Facebook, Apple, Google dan masih banyak lagi perusahaan besar yang semuanya itu tidak dirintis sendirian.
  • Tim ini rawan dengan konflik. Sekalipun anda mendirikan dengan teman dekat atau sahabat, Facebook adalah salah satu contoh bagaimana di awal berdirinya juga tidak lepas dari konflik antar pendirinya.
  • Mengembangkan startup juga tidak kalah sulit dari mendirikan startup. Bagaimana Zuckerberg dan CFO Facebook berselisih tentang cara mengembangkan startup mereka (antara menggunakan iklan atau mencari investor) juga bisa dijadikan contoh.
  • Startup menjanjikan reward yang setimpal dengan usaha dan kerja keras. Walaupun harus jatuh bangun bahkan hingga dituntut secara hukum, Facebook kemudian berhasil mendapatkan pendanaan awal sebesar US$500.000 dari investor hingga sekarang menjadi perusahaan bernilai milyaran dollar berkat usahanya.
  • Mendirikan sebuah startup bisa jadi adalah pekerjaan terbaik bagi anda. Karena umumnya anda mendirikan startup yang sesuai dengan passion, keahlian atau bidang yang dianggap memiliki prospek sehingga anda mampu mencurahkan segala tenaga dan pikiran untuk startup yang anda cintai agar bisa maju dan berkembang tanpa harus terkekang dan tertekan oleh tuntutan kantor tempat bekerja atau dari bos/atasan dibandingkan ketika anda memilih untuk bekerja sebagai pegawai/karyawan.

6. Pentingnya merintis karir dan keahlian sedini mungkin

Mungkin ini diantara poin yang paling menohok bagi saya. Zuckerberg dan beberapa orang yang terlibat dalam pendirian Facebook merupakan orang-orang yang ketika muda sudah memiliki fokus untuk membentuk sebuah keahlian. Zuckerberg misalnya yang sudah mulai belajar pemrograman ketika masih berada di sekolah menengah, atau beberapa rekan kuliahnya yang sudah mulai berkarir sambil belajar ketika mahasiswa. Saya? jangan ditanya..

Beberapa poin diatas mungkin masih perlu penelusuran jika anda mempertanyakan keakuratannya, tapi paling tidak itulah beberapa hal yang saya lihat pada diri seorang Zuckerberg muda.

Lalu, bagaimana dengan anda?

Advertisements

One thought on “Beberapa Hal Yang Saya Pelajari Dari Zuckerberg Muda..

  1. Inpirasi sekali tulisannya mas Havoc ,

    maka karena itulah saya masih bertahan di perusahan yang saya dan tim buat saat ini,
    karena kami percaya bahwa suatu saat nanti kita pasti akan berjaya,

    terimakasih mas, sangat menginspirasi 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s