Microsoft Rajatega..

Ayo, pakai semua produk saya.. (Gambar: http://goo.gl/eQUH26)

 

Tulisan ini hanya selingan saja, bukan dimaksudkan untuk menjelek-jelekkan perusahaan tersebut, karena bagi penulis, Pak Gates sendiri merupakan seorang tokoh di bidang IT yang cukup keren dan inspiratif. Akan tetapi disini kita akan melihat fakta tentang bagaimana Microsoft menjual produk-produknya dengan cara yang menurut penulis cukup kejam, karena seakan fokus utamanya adalah bagaimana mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa mau untuk terlalu memperhatikan seperti apa kondisi pelanggan mereka..

kecuali mungkin kalau anda bawa banyak duit..

atau minimal kalau anda bisa menghasilkan duit yang cukup banyak..

Kabar terbaru yang datang dari Microsoft adalah rencana pengurangan karyawan mereka hingga berjumlah 18.000 orang selama satu tahun ke depan.

“Microsoft Corp. today announced a restructuring plan to simplify its organization and align the recently acquired Nokia Devices and Services business with the company’s overall strategy. These steps will result in the elimination of up to 18,000 positions over the next year. Of the total, about 12,500 professional and factory positions will be eliminated through synergies and strategic alignment of the Nokia Devices and Services business acquired by Microsoft on April 25.” (Sumber)

Pengurangan karyawan mungkin merupakan hal yang wajar dalam siklus hidup sebuah perusahaan, akan tetapi angka delapan belas ribu orang itu tetap saja menunjukkan nilai yang “sesuatu”. Lebih dari itu, hal lain yang menurut penulis lebih parah adalah rencana mereka untuk menghentikan proyek Nokia X berbasis Android yang belum lama diluncurkan menjadi berbasis Windows Phone.

“Second, we are working to integrate the Nokia Devices and Services teams into Microsoft. We will realize the synergies to which we committed when we announced the acquisition last September. The first-party phone portfolio will align to Microsoft’s strategic direction. To win in the higher price tiers, we will focus on breakthrough innovation that expresses and enlivens Microsoft’s digital work and digital life experiences. In addition, we plan to shift select Nokia X product designs to become Lumia products running Windows. This builds on our success in the affordable smartphone space and aligns with our focus on Windows Universal Apps. (Sumber)

 In addition to the portfolio already planned, we plan to deliver additional lower-cost Lumia devices by shifting select future Nokia X designs and products to Windows Phone devices. We expect to make this shift immediately while continuing to sell and support existing Nokia X products.” (Sumber)

Yang parah adalah Nokia X ini belum ada satu tahun sejak pertama kali diluncurkan pada bulan Februari kemarin. Bahkan pada bulan Maret kemarin, Nokia Indonesia pun juga ikut gembar-gembor mengenai peluncuran hape Nokia Android ini dengan mengajak para pengembang aplikasi Android untuk rame-rame mengembangkan aplikasi untuk Nokia atau minimal mem-porting aplikasi Android mereka, mengingat walaupun sama-sama berbasis Android tapi Nokia X memilih untuk tidak mengekor pada Android yang dikembangkan oleh Google dan memilih untuk mengembangkan sendiri Android versi mereka dengan mengambil kode sumber dari Android Open Source Project. Agak merepotkan jadinya, bayangkan anda menggunakan hape Android tapi tidak ada Play Store-nya karena tidak tersedia secara default. Duh.

Dan untuk melengkapi berita diatas ini, Nokia pun dikabarkan masih akan meluncurkan lagi versi baru dari Nokia X mereka yang berbasis Android, yang bisa jadi mungkin itu akan menjadi versi terakhirnya. Rasa kasihan penulis ini terutama untuk para pengembang aplikasi yang jelas-jelas seperti merasa di-PHP-in dengan peluang pasar baru yang sempat digembar-gemborkan yang ternyata sudah layu duluan sebelum berkembang. Ini sejenak mengingatkan penulis akan nasib MeeGo, sebuah mobile OS berbasis kernel linux yang sempat dipakai oleh Nokia tapi kemudian juga “dibuang” karena Nokia lebih memilih untuk memakai Windows Phone. Lagi, disini yang paling sakit hati menurut penulis adalah para pengembang aplikasi yang sudah menghabiskan banyak sumber daya dan berharap agar bisa membuat aplikasi yang kompatibel dan bisa menghasilkan keuntungan. Termasuk juga disini adalah para pengguna produknya..

Seakan masih kurang dengan semua pemberitaan yang sudah ada, muncul lagi kabar bahwa kemudian Microsoft juga akan menghentikan layanan untuk semua featured phone Nokia (Nokia Asha, Symbian, S40) agar bisa fokus mengembangkan Windows Phone. Para pengguna “hape sejuta umat” ini tidak akan mendapatkan update layanan dan fitur baru selama masa tersebut, sebagai gantinya para pengguna ini hanya akan disarankan untuk menggunakan Windows Phone, yang mana bisa jadi kemudian yang ada adalah munculnya slogan baru, yakni “hape sejuta air mata” akibat banyaknya pengguna yang kecewa. (Sumber)

Cerita tentang kelakuan Microsot yang seperti ini kalau mau ditelusuri sebenarnya bukan merupakan sesuatu yang baru. Bagaimana mereka berusaha untuk menjadikan masyarakat pengguna komputer tergantung terhadap produk mereka (misal sistem operasi dan perangkat lunak perkantoran), memaksa secara tidak langsung agar mau membeli produk-produk mereka, hingga membuat kebijakan yang membuat pengguna sulit untuk beralih atau mendapatkan alternatif lain dari produk mereka ini sudah lama sekali dilakukan. Tapi hebatnya mungkin ini tidak terlalu terasa dari sisi pengguna, apalagi pengguna setia produk-produk bajakan, tidak perlu repot membahas yang seperti ini. Tinggal tunggu versi crack dan generated serial number keluar, maka semuanya beres. Bahkan dunia internet yang sekarang sudah di dominasi oleh produk-produk open source pun, dulunya sempat dimonopoli oleh Microsoft setelah mereka memenangkan “pertempuran digital” yang dikenal dengan nama browser war.

Terakhir, seperti yang sudah saya sebutkan diatas, penulis mengingatkan sekali lagi bahwa tulisan ini hanyalah sekedar selingan saja, tidak perlu kemudian ikut-ikutan membenci atau tidak jadi menggunakan produk mereka. Mau menggunakan produk mereka ya silahkan, mau pakai yang lain juga tidak masalah atau mau nunggu yang “versi gratisan” keluar ya itu resiko anda sendiri. Terserah kalian. Bill Gates sendiri walaupun memiliki perusahaan yang seperti itu tapi beliau adalah seorang yang dikenal dermawan dan peduli terhadap permasalahan sosial. Pada beberapa kesempatan, beliau sering menyumbang untuk organisasi-organisasi sosial dan negara-negara yang membutuhkan. Ya dengan uang yang diperoleh dengan cara yang sudah penulis tuliskan sebagiannya diatas tadi.

Advertisements

One thought on “Microsoft Rajatega..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s