Tentang WordPress Gutenberg, Apa dan Kenapa…

Belakangan ini penulis sering mendengar istilah Gutenberg.. Gutenberg.. Gutenberg.. baik di grup komunitas pengguna maupun pengembang WordPress. Awalnya penulis mengira Gutenberg adalah nama kode untuk rilisan terbaru dari WordPress CMS, ternyata lebih heboh daripada itu, Gutenberg ini seperti mengingatkan penulis seperti ketika dulu WordPress merilis Calypso, yang penulis sendiri sampai sekarang masih belum benar-benar nyaman menggunakannya secara penuh. Pokoknya wp-admin masih the best lah.

Lalu apa itu Gutenberg? Berikut ini hasil penelusuran singkat penulis…

WordPress Gutenberg atau singkatnya Gutenberg, adalah editor untuk post dan halaman pada WordPress. Untuk saat ini, ketika seorang pengguna hendak membuat post atau page baru di WordPress, maka dia akan masuk ke halaman editor yang selama ini dikenal dengan istilah rich text editor. Salah satu RTE yang populer dipakai pada blog dan CMS misalnya TinyMCE.

Tampilan editor bawaan WordPress…

Gutenberg adalah bentuk inovasi dari pengembang inti WordPress yang rencananya akan digunakan untuk menggantikan RTE yang sudah beberapa tahun ini tidak mengalami perubahan atau pembaruan yang signifikan. Gutenberg saat ini baru tersedia dalam bentuk plugin, bisa dicoba pada WordPress CMS, namun belum tersedia bagi pengguna WordPress dot com. Sedangkan untuk tampilan editor Gutenberg sendiri nantinya kurang lebih akan menjadi seperti ini,

Pra tampilan editor Gutenberg

Mungkin sebagian orang akan ada yang suka dan ada yang tidak suka. Disinilah masalahnya, pengembang inti WordPress sendiri mengatakan kalau fitur Gutenberg ini akan dijadikan sebagai editor default untuk WordPress CMS versi 5.0 yang rencananya akan dirilis pada tahun 2018 ini. Untuk sekarang, pada saat tulisan ini dibuat, WordPress CMS sudah berada pada versi 4.9.5 dan masih menggunakan editor RTE. Sedangkan seluruh pembaruan dan pemutakhiran pada WordPress CMS umumnya juga nanti pasti akan diterapkan pada platform WordPress dot com. Termasuk Gutenberg ini.

Bagi para pembuat konten, RTE merupakan teknologi yang secara umum tidak memiliki masalah serius sehingga harus dirombak besar-besaran dari sisi tampilan dan fitur, apalagi dengan tampilan RTE saat ini yang menyerupai lembar kerja pada aplikasi perkantoran, tentu RTE sudah sangat familiar bagi kebanyakan orang. Sedangkan pada editor Gutenberg, pengguna akan dipaksa untuk berpindah kepada cara baru dalam membuat konten di WordPress, yaitu dari “lembar kosong” menjadi “lembar berbasis blok”.

Resistensi lebih besar juga datang dari para pengembang yang membuat website, dan mengelola website dengan memanfaatkan WordPress. Sampai-sampai, seolah muncul dua kubu ekstrim, yaitu yang menolak keras editor Gutenberg dijadikan sebagai editor default (sebaiknya cukup dijadikan plugin) dan yang masih bisa menerima keputusan pengembang inti yang hendak menjadikan Gutenberg  sebagai editor bawaan, menggantikan RTE yang ada saat ini. Alasannya tentu sangat teknis dari sisi pengembang, menyangkut kompatibilitas dan realibilitas, yang jelas akan beresiko menimbulkan gangguan dan berpotensi memunculkan pekerjaan-pekerjaan dan masalah tambahan pada saat proses update nantinya.

Dari banyak artikel yang bermunculan, ada dua artikel menarik yang mungkin bisa memberikan gambaran lebih detail mengenai pro-kontra Gutenberg ini:

  1. https://deliciousbrains.com/wordpress-gutenberg/
  2. https://ithemes.com/2017/11/09/gutenberg-wordpress-editor-10-things-to-know/

Sedangkan untuk yang tertarik mempelajari Gutenberg dan menggali informasi lebih detail bisa mencoba tautan ini,

Halaman resmi Gutenberg: https://wordpress.org/gutenberg/

Gutenberg Handbook: https://wordpress.org/gutenberg/handbook/

Gutenberg Plugin: https://wordpress.org/plugins/gutenberg/

Gutenberg Codex: https://codex.wordpress.org/Gutenberg

Gutenberg Github: https://github.com/WordPress/gutenberg

Gutenberg FAQ: https://github.com/WordPress/gutenberg/blob/master/docs/faq.md

Bahkan ada yang sudah niat bikin tutorialnya,

https://www.codeinwp.com/blog/wordpress-gutenberg-guide/

Well, mungkin itu dulu ulasan singkat yang bisa penulis bagikan. Jadi, apakah kamu sudah siap dengan Gutenberg? Silakan tulis pendapatmu di kolom komentar…

By Ainan

Siapalah saya... Entah kenapa aku menulis disini, aku sudah lupa. Karena semua ini pada awalnya adalah sesuatu yang tidak seharusnya menjadi seperti sekarang. Aku hanya merasa bahwa ada hal yang benar-benar ingin aku lakukan dengan menulis disini. Samar-samar aku ingat, tapi selebihnya lagi aku sudah tidak tahu itu apa dan bagaimana harus melakukannya.

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.