[Labs] Pengalaman & Catatan Upgrade dari BlankOn X Tambora ke BlankOn XI Uluwatu

Setelah kemarin berhasil mencoba simulasi upgrade di VirtualBox, sekarang penulis mencoba upgrade langsung di laptop yang sudah terpasang BlankOn X Tambora. Selain Tambora, pada laptop tersebut juga terpasang beberapa distribusi lain (multi-boot). Ada sedikit pengalaman yang berbeda dan beberapa catatan pada saat upgrade maupun setelah upgrade, sehingga rasanya perlu untuk ditulis disini.

A. Proses Upgrade

Proses upgrade dari BlankOn X Tambora menuju BlankOn XI Uluwatu secara umum sama seperti simulasi, hanya ada sedikit perbedaan. Berikut ini langkah-langkah yang penulis lakukan.

1. Menghapus paket vlc. Karena ini adalah satu-satunya masalah yang sepertinya tidak memiliki solusi, maka sebaiknya diurus lebih dulu, yaitu dengan mengetikkan perintah di terminal: sudo apt remove vlc

2. Mengganti lumbung/repository dari “tambora” menjadi “uluwatu”. Menurut penuturan dari salah seorang pengembang, uluwatu hanya memiliki satu sumber lumbung saja, yaitu

deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon uluwatu main restricted extras extras-restricted

3. Update paket: sudo apt update

4. Upgrade paket: sudo apt upgrade

5. Bismillah, upgrade distro: sudo apt dist-upgrade

6. Selesai upgrade, restart laptop.

B. Pasca Upgrade

Pada tahap ini, beberapa hal yang berbeda dari simulasi mulai bermunculan, antara lain

1. Pada saat memasuki grub untuk memilih OS, tidak terdapat logo uluwatu pada bagian kanan bawah bootloader.

2. Halaman login sudah berganti dari tampilan tambora menjadi uluwatu, akan tetapi setelah login, tampilan wallpaper berwarna biru dan bukan menjadi jingga seperti warna tema uluwatu.

3. Beberapa aplikasi bawaan tambora, yang sepertinya seharusnya hilang (?), masih ada yang nyangkut di uluwatu, seperti misalnya Software dan Buku Panduan BlankOn.

4. Kejadian lebih aneh lagi, saat penulis membersihkan paket-paket sisa upgrade dengan perintah sudo apt clean && sudo apt autoremove.

Keanehan ini misalnya, setelah proses “bersih-bersih” tadi, beberapa paket lawas tadi menjadi error atau tidak bisa dijalankan, tapi masih muncul di panel menu Manokwari maupun di desktop shortcut.

Seperti misalnya, Buku Panduan BlankOn yang sebelumnya masih bisa dibuka (walaupun isinya untuk versi X Tambora) sekarang jadi tidak bisa dibuka karena direktorinya sudah hilang. Kemudian aplikasi Software yang sebelumnya bisa dijalankan, walaupun dengan notifikasi error, sekarang hanya bisa dibuka tapi tidak bisa menampilkan apa-apa.

Beberapa aplikasi yang tercatat tidak bisa dijalankan setelah proses bersih-bersih adalah:

  • Buku Panduan BlankOn
  • Peta
  • GThumbs
  • Software

Karena belum menemukan solusi, penulis awalnya membiarkan saja masalah ini. Hanya saja, setelah beberapa kali restart (termasuk mematikan laptop), aplikasi-aplikasi bermasalah diatas kemudian hilang sendiri dari panel menu Manokwari, sedangkan untuk desktop shortcut-nya bisa dihapus secara manual dengan cara drag and drop ke ikon tempat sampah.

5. Wallpaper pada awalnya tidak bisa langsung berubah ketika diganti pada bagian setting, tapi setelah beberapa kali restart dan dimatikan, sekarang sudah bisa diganti.

6. Touch to click touchpad MATI. Sudah coba install paket tweak tool, masih belum berhasil nemu bagian konfigurasinya. Ini salah satu masalah paling menyebalkan yang belum ketemu solusinya sampai sekarang, solusi sementara pakai mouse aja.

Kurang lebih begitulah pengalaman dan catatan hasil upgrade BlankOn X Tambora ke BlankOn XI Uluwatu beserta perbedaannya antara hasil simulasi dengan percobaan pada laptop yang digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Secara umum, BlankOn linux konsepnya bagus, solid, stabil, mudah digunakan, tim pengembangnya keren-keren dan punya banyak ruang untuk improvement yang bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk oleh kita-kita yang mungkin tidak terdaftar secara resmi sebagai pengembang. Ini yang membuat penulis bertahan menggunakan BlankOn, semoga bisa urun sesuatu yang bisa bermanfaat untuk orang banyak. Walaupun hanya berupa tulisan…

Tambahan: Untuk alternatif VLC yang tadi dihapus sebelum proses upgrade, sekarang penulis menggunakan SMPlayer. Keren dan punya banyak fitur. Cara pasang  di BlankOn bisa dicari lewat Synaptic.

By Ainan

Siapalah saya... Entah kenapa aku menulis disini, aku sudah lupa. Karena semua ini pada awalnya adalah sesuatu yang tidak seharusnya menjadi seperti sekarang. Aku hanya merasa bahwa ada hal yang benar-benar ingin aku lakukan dengan menulis disini. Samar-samar aku ingat, tapi selebihnya lagi aku sudah tidak tahu itu apa dan bagaimana harus melakukannya.

1 comment

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.