About Ainan

Siapalah saya... Entah kenapa aku menulis disini, aku sudah lupa. Karena semua ini pada awalnya adalah sesuatu yang tidak seharusnya menjadi seperti sekarang. Aku hanya merasa bahwa ada hal yang benar-benar ingin aku lakukan dengan menulis disini. Samar-samar aku ingat, tapi selebihnya lagi aku sudah tidak tahu itu apa dan bagaimana harus melakukannya.

[Labs] Git Command Push to Repo in GitHub/Gitlab

Case A: Blank/empty repository

  1. Create blank repository in GitHub/GitLab
  2. $ git init
  3. $ git remote add origin [url_to_repository]
  4. add, create some files/folders
  5. $ git add .
  6. $ git commit -m “your message”
  7. $ git push -u origin [master_or_branch]

Case B: Repository with content/README.md

  1. Create repository with README.md in GitHub/GitLab
  2. $ git init
  3. $ git remote add origin [url_to_repository]
  4. $ git pull [url_to_repository]
  5. add, edit some files/folder
  6. $ git add .
  7. $ git commit -m “your message”
  8. $ git push -u origin [master_or_branch]

Tip, always check progress with: git status and make sure the branch is right with: git branch

Referensi lain:

  1. GitLab repo cli command

2. Push file to Gitlab using GitBash

[Labs] Membuat Windows 10 Bootable USB di Linux (Mint) dengan WoeUSB

Alasan utama menggunakan tools ini adalah karena ketika ISO Windows 10 di extract langsung, USBnya jadi tidak terdeteksi oleh Windows. Perlu di format dengan filesystem yang dikenali oleh Windows juga. Berikut ini dokumentasi langkah-langkahnya menurut versi penulis..

Download WoeUSB disini,

https://github.com/WoeUSB/WoeUSB

Update permission supaya bisa dijalankan,

sudo chmod +x path/to/woeusb-N.N.N.bash

Langkah setelah ini yang paling potensi untuk muncul masalah. Asumsikan tidak ada masalah, pasang USB flashdrive dalam posisi unmount dan cek lokasinya dimana, misal /dev/sdb. Siapkan ISO Windows 10, atau download dari situs mereka.

Fitur WoeUSB ini setahu penulis ada dua, yaitu write pada partisi dan write pada device. Untuk catatan ini, yang digunakan adalah write pada device. Sehingga nanti perintahnya adalah seperti ini

$ sudo ./woeusb-5.0.8.bash –target-filesystem NTFS –device Win10.iso /dev/sdb

Kalau tidak ada masalah, maka proses akan berlangsung hingga semua data pada ISO berhasil ditulis pada USB. Catatan, USB tidak bisa dipakai untuk menyimpan data ketika proses ini selesai. Perintah di atas berhasil pada kasus penulis, karena alasannya disebutkan di dokumentasi ini

https://github.com/WoeUSB/WoeUSB/wiki/Limitations#fat32-filesystem-4gib-single-file-size-limitation

Sementara seperti itu, sekarang disini sudah berhasil install Windows 10 di komputer klien menggunakan USB tadi.

[Labs] Efek Samping Google Chrome Remote Desktop pada Komputer Linux (Mint)

Belum tau istilah apa yang lebih cocok selain “efek samping”, tapi itu yang terjadi di sini..

Kasus:

Hari Minggu kemarin, mencoba menggunakan Google Chrome Remote Desktop karena mesin ditinggal keluar kota selama sehari. Proses instalasi dan penggunaan relatif mudah dan nyaman. Tidak ada masalah.

“Masalah” baru muncul besoknya. Ketika USB flashdrive atau HD eksternal ditancapkan di mesin, tapi tidak bisa di mount. Muncul popup error

“Not authorized to perform operation”

Sayangnya belum sempat di screenshot tampilan errornya yang lebih jelas, karena sudah terlanjur males dan pengen segera fix. Setelah di cari, nemu solusi dari forum bahwa penyebabnya adalah paket chrome-remote-desktop yang dipasang ke komputer, ternyata itu menghalangi proses mount.

Sehingga ketika paket ini dihapus, ajaibnya masalah langsung selesai seketika. Ada yang juga mengalami? Kira-kira bagaimana jalan tengahnya? Silakan komentar jika juga mengalami..

Referensi:

https://askubuntu.com/questions/1199116/unable-to-access-external-hard-drive-not-authorized-to-perform-operation-u

[Labs] Cara menginstall Composer pada Linux Mint 20

Note:

  • Instalasi yang dimaksud ini adalah instalasi secara global.
  • Untuk cara menjalankan php-cli dari instalasi XAMPP, bisa lihat disini.

Jalankan script berikut pada terminal,

~$ php -r "copy('https://getcomposer.org/installer', 'composer-setup.php');"

~$ php -r "if (hash_file('sha384', 'composer-setup.php') === '756890a4488ce9024fc62c56153228907f1545c228516cbf63f885e036d37e9a59d27d63f46af1d4d07ee0f76181c7d3') { echo 'Installer verified'; } else { echo 'Installer corrupt'; unlink('composer-setup.php'); } echo PHP_EOL;"

~$ php composer-setup.php

~$ php -r "unlink('composer-setup.php');"

Jika tidak bisa, gunakan link berikut https://getcomposer.org/download/

Pindahkan file composer.phar ke direktori yang diinginkan dan buatkan PATH-nya. Misal,

$ sudo mv composer.phar /usr/local/bin/composer

Maka PATH-nya adalah,

export PATH=”$PATH:/usr/local/bin/composer”

Simpan perubahan PATH dan buka sesi terminal baru. Cek hasil instalasi dengan mengetikkan perintah “composer”.

Alhamdulillah. Catatan LABS selanjutnya kemungkinan anda sudah tahu itu apa.. Kenapa orang memasang Composer..