D********N

In the state of low mood and aversion to activity which effect the thoughts, behavior, feelings, world view and physical well-being that feels so sad, blue, unhappy, miserable, down in the dumps, loss, anger, frustrated,  anxious, empty, hopeless, worried, worthless, guilty, irritable, hurt and restless.. D********N

Dass


Nakigara

There is me, who loved you..

There is me, who stared at you.. 

There is me, who wanted you..

There is me, who lost you..

Is there you, who loved me.. ?

Is there you, who stares at me.. ?

Is there you, who destroyed me.. ?

Is there you, who snatch me.. ?

Ah, so there is you.. who killed me..

—————————————————————–

Quietly sigh on this cloudy evening

While i have suffered so much just for nothing

How can i still be laughing..

Forever long i have been waiting

Over the midst in the rain pouring

If only i know what is that i must do..

Buana Semu Bilik Hatiku

Aku..

Bersandar aku pada dinginnya dinding malam. Mataku menerawang, anganku seakan ikut terbang, pada gelapnya langit malam menuju arah gugusan bintang. Seakan-akan aku sedang berpikir keras, mengenai diriku.. mengenai siapa aku.. Ketika tujuan yang aku pilih telah terhampar di depan mata, keraguan pun muncul seketika. Benarkah ini sudah yang terbaik ? Tidak apa-apakah jika aku terus melangkah ?

Entahlah.. 

Aku tak tahu..

Jawaban itu sudah tidak ada lagi padaku. Ketika semuanya sudah tidak lagi sama seperti biasanya, dan perbedaan mulai membentang sejauh mata memandang. Aku hanya bisa menundukkan kepala ini kebawah. Sambil sesekali menengadah, dan berharap hari akan segera kembali cerah.

Aku..

Entah apa yang hilang dari diriku,

Entah apa hal yang menghalangiku untuk terus maju.

Karena ini hanya akan jadi semakin menyedihkan dan menyakitkan..

Karena sulitnya bagiku untuk memberikan jawaban atau penjelasan

Tidak bahkan hanya untuk sekedar membuat alasan

Meskipun pada kenyataanya aku tidak pernah khawatir

Karena sekalinya aku menemukan jawaban,

Maka aku akan tahu bagaimana caranya untuk melanjutkan

Bukan begitu, bukan ?

Lalu kenapa aku melepaskan hal-hal yang kuanggap berharga itu ? Karena semua itu kurasa bukanlah segalanya, yang pada awalnya dan seterusnya, akan selalu kujawab demikian. Sebut saja apalah semuanya itu, akan kurengkuh dan kuberikan lagi semuanya untukmu. Dan jika aku bisa melakukan semua itu, maka sudah pasti tak akan begini keadaanku. Karena kenyataannya..

Beginilah sekarang keadaanku..

Kata-kata ini memang nantinya akan dilupakan

Sebagaimana diriku,

Yang lupa akan bagaimana harus memberikan jawaban

Memang menyakitkan, dan menyedihkan

Tapi, paling tidak..

Perjalanan ini akan tetap aku lanjutkan

Hingga pada akhirnya akan kutemukan

Apa yang selama ini kujadikan pencarian

Walaupun harus berpencar, atau bahkan hancur dan tersebar. Kurasa itu bukan masalah yang besar. Karena pilu ini hanyalah sebentar, dan setelahnya akan diganti dengan secercah sinar.

Karenanya..

Aku akan tetap belajar,

Meskipun jalanku tidaklah benar.

Paling tidak dengan menjadi seperti diriku saat ini, aku tahu bahwa aku memang harus terus melakukan pencarian. Dengan mengesampingkan apa yang selama ini menjadi kelemahan, dengan terus bertahan terhadap apa yang mungkin terlihat menyedihkan, atau bahkan yang mungkin terasa menyakitkan. Untuk sekali ini saja, tanpa harus berlebihan menyalahkan. Aku akan terus berjalan. Hingga sampai aku di ujung penantian, atau tergeletak di tengah jalan perjuangan.

De La Luna

Jauh aku

dari dahlia,

sejauh itu

harapan hidupku,

memudar karenanya..

Saat jasadku

melemah dan memerah,

tak ada yang kurasa..

lebih indah

daripada berhentinya,

laju sel-sel dalam darah..

Perlahan pudar

asaku untuk bertahan,

seketika tabib

berhasrat untuk

membelah seluruh badan..

Bilakah rasa sakitku akan hilang,

jika ragaku tercecer dan berserakan.

Bilakah aku bersua kesembuhan,

dengan membiarkan pisau bedah menari di badan.

Sungguh bukan itu yang kutakutkan keterjadiannya,

sungguh ada yang jauh lebih aku khawatirkan daripadanya.

aku takut.. kamu akan menyakiti dahlia..

meskipun aku tak menyentuhnya..

meskipun kalian tak melukainya..

namun dahlia.. dia hidup di dalam jasadku..

yang menyambungkan setiap serat semangatku,

dan menyatukan sendi-sendi kehidupanku..

kalian mungkin bilang aku gila,

kalian mungkin melihat bahwa aku dan dia tidaklah sama

namun percayalah..

bahwa kalian yang masih memiliki jiwa,

tidak akan mampu melihat perbedaan antara aku dan dirinya..

Jemput aku.. Dahlia..