Kongetsu Update

Galau..

Dua tiga kali sudah statusku tertulis seperti itu, tapi entah sudah berapa kali aku merasakan yang lebih dari itu.

Linglung..

Kukira ini hanya perasaanku saja, tapi ternyata orang-orang juga bilang kalau kelakuanku pun tidak jauh beda.

Random..

Mencoba mengisi kekosongan konten dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Memasuki tanggal kedua di bulan kesepuluh masehi dan kesebelas hijriyah. Setelah enam belas hari gagal mengeluarkan postingan terbaru dan bingung mencari cara menghitung mundur dari angka tiga puluh tujuh, semoga ini pun tidak akan menjadi draft saya yang ke empat puluh sekian setiap kali saya hendak membuat tulisan. Sekian.

Countdown 37

” Hey, can you count backwards from thirty seven to zero ?

What do you think will happen after the counting is done ?

There is no loop, but sometimes there is a repetition..

You can count it from now then.. happy counts.. “

[ This post marks the 37th ]

Update Blog

Belakangan ini, update blog terasa sangat.. sangat.. sulit.. sekali.. Entah apakah karena aku yang belum terbiasa atau memang aku yang tidak bisa kalau harus mengupdate blog secara rutin. Padahal rasanya berkali-kali sudah aku merasa ada banyak hal yang ingin aku tulis, bahas, atau sekedar pengen ngrasani. Tapi nyatanya semua “perasaan” itu langsung hilang saat harus membuka dashboard. Dan sekarang yang bisa saya ingat hanya tema-tema tentang tulisan yang entah mau ditulis apa selain judulnya saja.

Akibat lainnya, jadilah postingan curhat seperti ini yang jelas-jelas “tidak bergizi” dan bagus untuk membuang-buang waktu serta tenaga baik bagi pembaca ataupun penulis. Kasihan..

Oke. Sudah cukup. Saya akhiri saja curhat hari ini. Terima kasih bagi yang sudah mau membacanya sampai selesai, apalagi sampai meninggalkan komentar. Mohon maaf saya tidak bisa membalas apa-apa selain mengingat nama anda saja (bagi yang menulis komentar).

Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. 8)

Raimu

Percobaan postingan error pertama. Awalnya saya kira judul ini akan mampu menarik sedikit persepsi error di kalangan pembaca, namun setelah sedikit melihat-lihat “dunia” di luar sana ternyata judul ini tidaklah sejelek yang saya kira juga pada awalnya. Akhirnya saya putuskan untuk tidak menjelaskan artinya, jadi terserah sampeyan mau mendefinisikan RAIMU seperti apa..